Billboard “Aku Harus Mati” Viral, Produser Tegaskan Sudah Kantongi Izin dan Angkat Isu Pinjol

0

MYLIFESTYLE – Viral billboard film Aku Harus Mati di media sosial akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak produksi. Konten visual yang menuai pro dan kontra disebut bukan sekadar gimmick, melainkan bagian dari strategi komunikasi berbasis data sekaligus upaya mengangkat isu sosial pinjaman online (pinjol).

Creative Lead film tersebut, Iwet Ramadhan, menegaskan bahwa respons publik justru menunjukkan tingginya perhatian terhadap konten kreatif di ruang publik.

“Kami melihat diskusi yang berkembang sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap konten kreatif yang hadir di ruang publik,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Pihak produksi menegaskan bahwa materi promosi, termasuk billboard yang viral, disusun berdasarkan analisis perilaku audiens dan tren pasar.

Data internal menunjukkan bahwa film horor masih menjadi genre paling diminati di Indonesia. Tema “jual jiwa demi harta” dinilai relevan karena dekat dengan mitos urban yang sudah dikenal masyarakat. Namun, film ini menghadirkan pendekatan berbeda dengan mengaitkan konsep pesugihan dengan realitas modern.

Angkat Isu Pinjol Ilegal sebagai “Pesugihan Modern”
Rumah produksi Rolling Action menyoroti fenomena pinjaman online ilegal sebagai inti cerita. Dalam film, jeratan utang digital digambarkan sebagai bentuk pesugihan masa kini, sebuah metafora tentang bagaimana tekanan ekonomi dan kebutuhan validasi sosial dapat mendorong seseorang mengambil keputusan ekstrem.

Judul Aku Harus Mati yang sempat menuai kontroversi dijelaskan sebagai bagian dari dialog karakter utama, Mala, yang menggambarkan kondisi putus asa akibat tekanan hidup.

Menanggapi polemik, pihak produksi memastikan seluruh materi promosi telah memenuhi aturan hukum yang berlaku.
Billboard film ini diketahui dipasang di 36 titik strategis dan telah mengantongi izin dari Lembaga Sensor Film (LSF) serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Setiap materi visual telah melalui proses verifikasi sesuai regulasi di masing-masing wilayah,” kata Iwet.

Lebih dari sekadar hiburan, film ini disebut membawa pesan moral tentang bahaya ambisi instan dan risiko jeratan pinjol.
Produser berharap film ini bisa memicu diskusi publik terkait kesehatan finansial dan mental, bukan hanya menjadi tontonan horor tanpa makna.

Film Aku Harus Mati telah tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 2 April 2026 dan mendapat respons positif dari penonton.

Sementara itu, seluruh materi promosi luar ruang habis masa tayang pada 5 April 2026. ***

Leave A Reply

Your email address will not be published.