Film Horor “Selepas Tahlil”, Ungkap Luka Turunan dan Kutukan Keluarga

MYLIFESTYLE – Apa jadinya jika sosok yang kita panggil “ayah” ternyata menyimpan perjanjian kelam dengan dunia gaib? Film horor terbaru bertajuk Selepas Tahlil bukan sekadar menakut-nakuti lewat penampakan dan suasana mencekam. Lebih dari itu, film ini menyuguhkan kisah penuh luka tentang keluarga yang diwarisi kutukan dan rahasia kelam dari masa lalu.

Disutradarai oleh Adriano Rudiman, yang sebelumnya dikenal sebagai ilustrator komik Kambing Jantan, film ini diangkat dari episode viral podcast Lentera Malam yang membahas kisah jenazah berjalan akibat perjanjian ilmu hitam. Namun Adriano tak hanya mengadaptasi horornya. Ia mengupas trauma yang menurun secara diam-diam di banyak keluarga Indonesia.

“Di balik kisah tentang mayat bangkit dan menolak dikubur, ada pertanyaan yang lebih dalam: apa yang sebenarnya diwariskan orang tua kita selain nama dan darah?” ujar Adriano.

Selepas Tahlil mengisahkan Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel), dua anak yang hidupnya berubah setelah kematian misterius ayah mereka, Hadi (Epy Kusnandar). Tapi kematian itu justru menjadi awal dari rentetan teror, ketika jenazah sang ayah bangkit dan berjalan sendiri ke kampung halaman, membuka luka lama serta perjanjian gelap yang selama ini disembunyikan.

Alih-alih mengejar ketakutan visual semata, film ini justru menyorot kedalaman konflik batin. Saras, yang merasa tak pernah benar-benar mengenal ayahnya, terjebak dalam dilema antara memaafkan atau melawan warisan kelam keluarganya. Sementara Yudhis justru dihantui oleh ketidaktahuannya sendiri.

“Saras bukan hanya berduka. Dia marah karena merasa dibohongi oleh sosok ayah yang selama ini diam,” ungkap Aghniny. Sedangkan menurut Bastian Steel, “Yudhis terlalu biasa dalam menyikapi hubungan mereka. Dan ketika semuanya terungkap, dia merasa sudah terlambat.”

Film ini menawarkan sebuah pendekatan baru dalam genre horor Indonesia. Di sini, teror bukan datang dari luar rumah, melainkan dari dalam ikatan darah. Sosok hantu yang menyeramkan hanyalah cerminan dari rasa bersalah, trauma, dan luka generasi sebelumnya yang belum selesai.

Dengan desain suara yang menusuk dan visual yang kelam, Selepas Tahlil menciptakan atmosfer mencekam tanpa harus mengandalkan kejutan semata. Penonton diajak menyelami rasa takut yang lebih dalam: rasa takut menjadi bagian dari kutukan yang diwariskan, dan rasa takut menyadari bahwa mungkin, kita tidak pernah benar-benar mengenal keluarga kita sendiri.

“Selepas Tahlil”, film produksi BION Studios ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Juli 2025. ***