Batavian Roulette, Ketika Musik Jadi Pelarian dan Pengingat

Jakarta – Kadang, hal terbaik datang dari kelelahan. Seperti Batavian Roulette, grup band pop-alternatif asal Jakarta yang awalnya cuma jadi pelarian dari tumpukan kerjaan kantor. Tapi siapa sangka, pelarian itu berubah jadi perjalanan musik yang serius, jujur, dan penuh warna.

Lahir tahun 2022, Batavian Roulette diisi oleh lima orang dengan latar belakang berbeda tapi satu frekuensi. Fauzulin (vokal), Bima (keyboard), Shafrizal (bass), Andro (gitar), dan Kensha Fazura (drum). Mereka nggak buru-buru.

Dua tahun terakhir dihabiskan di studio, nulis lagu, eksplorasi sound, dan mencari “rasa” yang paling pas. Hasilnya? Musik yang nge-blend antara pop catchy, synth dreamy, dan gitar yang kadang manis, kadang galak.

“Awalnya cuma buat ngilangin stres. Tapi makin ke sini, lagu-lagu ini jadi semacam catatan hidup kita,” ucap Ulin.

Lagu-lagu Batavian Roulette banyak bicara soal hal-hal yang dekat, mulai dari patah hati, pencarian jati diri, hingga cerita tentang hidup di kota yang capek tapi susah ditinggalin. Jakarta banget.

Nama mereka pun bukan tanpa makna, Batavian Roulette menggambarkan kota yang penuh kejutan, kadang bikin deg-degan, tapi selalu seru dijalani.

Setelah merilis Lemon Vanilla Ice dan Your Raincoat di 2025, mereka mulai wara-wiri di panggung-panggung indie Jakarta. Dari Cipete sampai Kemang, dari Bowl Coffee sampai Festival Kopling di Gambir Expo, mereka tampil dengan energi yang tulus dan musik yang terasa personal.

“Yang kami pengen, lagu-lagu ini bisa jadi temen. Bukan cuma jadi background, tapi bisa nemenin pas lagi butuh,” tutur Bima.

Sekarang, Batavian Roulette lagi siap-siap buat rilisan baru dan mulai melirik panggung di luar Jakarta. Mereka nggak ngejar viral, nggak juga buru-buru. Yang penting, musik mereka bisa nyampe dan nempel di hati pendengar.

Karena buat mereka, musik bukan soal tren. Musik adalah cara untuk tetap waras, dan mungkin, bikin orang lain merasa nggak sendirian. []

Comments are closed.