Grup band post-punk, Stanzah!. (Foto: Istimewa)

Stanzah! Rilis Single Kedua Bertajuk Rayuan Siang Terik

Jakarta – Grup band Stanzah! kembali hadir dengan karya terbaru mereka, single kedua berjudul “Rayuan Siang Terik”, yang dirilis pada Rabu, 29 Juli 2026. Band post punk asal Jakarta ini sebelumnya telah memperkenalkan diri lewat single “Perkenalkan, Stanzah!!!” pada Mei, dan kini mereka melanjutkan perjalanan musik dengan karya yang lebih personal.

Lagu ini digarap oleh Nuran Wibisono, Adji Pamungkas, Rachel Tabitha, dan Harry Ramadhan. Secara musikal, “Rayuan Siang Terik” mengambil inspirasi dari riff “Incinerate” milik Sonic Youth dan “1979” dari Smashing Pumpkins.

Lirik ditulis oleh Rio Jo Werry, vokalis Stanzah!, yang banyak dipengaruhi oleh karya Teguh Esha dan Andy Liany. Ia menautkan bacaan tersebut dengan konsep yang sejak awal digodok Stanzah!: spirit bermusik yang terinspirasi kehidupan Deddy Stanzah.

Nama Stanzah dijadikan kata sifat, melambangkan sikap ulet, teguh, keras kepala, hati serat, dan slebor.

“Sebelum menulis lirik, saya rikues tema dulu ke Rio, yaitu lagu cinta orang yang sedang dipukuli realita kehidupan,” ujar Nuran.

Rio kemudian menerjemahkan permintaan itu dengan pengalaman pribadinya, ketika ia mengalami PHK saat sedang mempersiapkan pernikahan.

“Jadilah lagu ini, lagu orang yang sedang berjuang bersama pasangannya, enggan untuk pasrah, menolak tunduk,” tambah Rio.

Rekaman dilakukan di studio milik The Jansen di Bogor pada 10 Februari 2026. Bersama “Rayuan Siang Terik”, Stanzah! juga merekam empat lagu lain yang akan menjadi bagian dari mini album. Proses produksi ditangani oleh Nabil Hatomi, produser eksekutif yang dikenal menangani band-band Bogor seperti The Jansen, Starrducc, hingga Mittlekin.

Stanzah! menilai Nabil sangat memahami karakter suara lo-fi post punk yang mereka inginkan.

Rilis “Rayuan Siang Terik” di bulan Juli yang gerah menjadi momentum penting bagi Stanzah!. Lagu ini bukan hanya sekadar karya musik, tetapi juga refleksi atas perjuangan hidup dan cinta yang ditempa realita.

Dengan karakter musik yang keras namun jujur, Stanzah! ingin menyampaikan bahwa cinta sejati adalah tentang bertahan, bukan sekadar manis di permukaan. []