Amagra Perkenalkan Album Butterflies di Bawah Naungan Ninenote Music

Jakarta – Penyanyi remaja asal Indonesia, Amagra, resmi memperkenalkan album terbarunya bertajuk “Butterflies”, sebuah karya yang menjadi kelanjutan perjalanan musikalnya bersama Ninenote Music.

Di tengah arus musik yang bergerak cepat dan tren yang silih berganti, Amagra memilih jalannya sendiri dengan menghadirkan musik yang berangkat dari karakter vokal, cerita, dan emosi yang ia ingin sampaikan.

Album ini lahir dari proses kreatif bersama Aminoto Kosin dan Irvnat, dua sosok yang telah mendampingi Amagra sejak awal kariernya. Dari kolaborasi tersebut, “Butterflies” hadir sebagai karya yang mempertahankan ciri khas vokalnya sekaligus memberi ruang bagi perkembangan musikal yang lebih matang.

Tema lagu-lagu dalam album ini dekat dengan dunia Amagra sebagai remaja, berbicara tentang cinta, rindu, kehilangan, kebingungan, hingga proses menerima keadaan. Meski berangkat dari pengalaman personal, cerita dan emosi yang dihadirkan tetap relevan bagi pendengar lintas usia dan generasi.

Konsep “Butterflies” tidak berhenti pada judul album, melainkan menjadi benang merah yang menghubungkan musik, cerita, dan identitas visual. Amagra menggambarkan kupu-kupu kecil yang tampak lembut namun memiliki kekuatan besar melalui kepakan sayapnya.

Bagi Amagra, kupu-kupu adalah simbol bahwa sesuatu yang indah tidak selalu rapuh, melainkan bisa membawa pengaruh luar biasa. Konsep ini berjalan beriringan dengan gagasan “Badai Perasaan”, yang menjadi dasar emosional album.

Materi dalam album “Butterflies” menjadi ruang bagi Amagra untuk menuangkan berbagai perasaan yang pernah ia lalui, mulai dari kebahagiaan, kesedihan, kerinduan, hingga tahap berdamai dengan setiap musim perasaan.

Visual album turut merepresentasikan perjalanan emosional tersebut. Nuansa gelap menggambarkan fase badai, sementara sosok kupu-kupu tetap hadir sebagai simbol harapan dan kekuatan. Setelah melewati fase itu, perjalanan visual Butterflies bergerak menuju suasana yang lebih hangat melalui rangkaian visualizer.

Pemilihan kata “Butterflies” terasa dekat dengan karakter Amagra sendiri, yakni sederhana, indah, namun menyimpan kekuatan di baliknya.

Proses produksi album ini kembali menegaskan konsistensi Ninenote Music dalam melahirkan karya berkualitas.

Aminoto Kosin menekankan bahwa tantangan utama adalah menemukan komposisi musik dan lirik yang tepat untuk karakter Amagra, agar setiap lagu terasa natural ketika dibawakan oleh seorang penyanyi remaja.

Selain tim yang telah mendampingi Amagra sejak awal, keterlibatan The Kennel menambah warna baru.

Mereka tertarik setelah melihat karya-karya Amagra sebelumnya, dan kontribusi ini memperkuat karakter album agar tetap relevan sekaligus bertahan dalam jangka panjang. Kehadiran musisi internasional dalam proses penggarapan juga memberi perspektif segar, memperluas eksplorasi musik Amagra.

Album “Butterflies” memuat tujuh lagu utama. yaitu “Butterflies”, “Masih Rindu”, “Big Girls Don’t Cry”, “Bilang Saja”, “Jalan Buntu”, “Ribbons in the Sky”, dan “Sing”.

Rangkaian ini memperlihatkan spektrum emosi yang beragam sekaligus menegaskan pendekatan Amagra dalam menjadikan musik sebagai medium personal dan berkarakter.

Sejak debut profesionalnya, Amagra telah mencatat lebih dari 800 ribu streams di Spotify, 20 ribu penggunaan lagu di TikTok, dan total 226 juta views. Ia juga berpengalaman dalam kolaborasi internasional serta proyek bersama orkestra. Butterflies menjadi langkah berikutnya, memperlihatkan keberanian Amagra membangun identitas musikal yang lebih matang.

Ke depan, Amagra bersama Ninenote Music berkomitmen untuk terus menghadirkan karya yang mengutamakan kualitas, karakter, dan cerita yang dapat bertahan melampaui tren sesaat.

Peluncuran album “Butterflies” menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan tersebut, yakni sebuah karya yang lahir dari proses, kolaborasi, dan keberanian untuk menghadirkan musik yang abadi. []

Comments are closed.