Jakarta – Malam perayaan empat dekade perjalanan musik Kahitna di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, Sabtu 5 September 2026, seharusnya menjadi momen penuh nostalgia. Namun bagi sebagian penonton, pengalaman itu berubah menjadi cerita tentang rasa kecewa.
Sejak awal, antusiasme Soulmate terlihat jelas. Ribuan orang rela datang lebih awal, berharap bisa menikmati konser yang digadang sebagai pesta cinta terbesar Kahitna. Namun kenyataan di lapangan berbeda.
Antrean panjang tanpa pengaturan jelas membuat penonton harus menunggu berjam-jam. Sistem tiket tanpa barcode memperlambat validasi, sementara kursi dengan pandangan terhalang panggung membuat banyak orang merasa tidak mendapatkan pengalaman yang layak.
Di media sosial, keluhan mengalir deras. “Kami sudah bayar tiket premium, tapi kualitas audio tidak sesuai harapan,” tulis salah satu penonton. Keluhan lain menyoroti harga tiket yang dianggap tidak sebanding dengan fasilitas.
Promotor Enjoy Live Experience akhirnya merilis pernyataan resmi. “Kami memahami bahwa pengalaman yang didapatkan sebagian penonton tidak sesuai dengan ekspektasi dan standar yang seharusnya kami berikan. Atas hal tersebut, kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh penonton yang merasa kecewa atas jalannya acara,” tulis mereka.
Selain permintaan maaf, promotor membuka kanal pengaduan resmi melalui tautan bit.ly/wehearsoulmate. Langkah ini diharapkan menjadi ruang bagi penonton untuk menyampaikan keluhan secara langsung.
Meski demikian, konser tetap menjadi catatan sejarah bagi Kahitna. Lagu-lagu yang dibawakan tetap menghidupkan kenangan, meski sebagian penonton merasa pengalaman mereka ternoda. Bagi Soulmate, perayaan empat dekade seharusnya menjadi momen bahagia, bukan pengalaman yang meninggalkan rasa kecewa. []
