Jakarta – Di tengah dinamika musik Indonesia, konser Jazzpuan: Strong Feminine Unstoppable hadir sebagai perayaan kekuatan perempuan. Digelar pada 12 September 2026 di De’Concert Room, Kemang, acara ini menghadirkan 14 musisi perempuan dalam format big band yang digagas oleh Yuyun George.
Yuyun George, musisi senior yang telah tampil di lebih dari 32 negara, menegaskan bahwa Jazzpuan adalah panggung untuk menunjukkan eksistensi perempuan.
“Jazzpuan adalah wadah untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan yang tidak terbatas dalam bermusik. Kami ingin menghadirkan sebuah format yang bukan hanya menampilkan musik, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa perempuan bisa berdiri sejajar dan bahkan memimpin dalam dunia seni,” ujarnya.
Happy Pretty, yang turut memperkuat horn section, menyampaikan pandangannya.
“Selama lebih dari empat dekade saya berkarya, saya melihat bagaimana perempuan sering kali harus berjuang lebih keras untuk mendapat ruang. Jazzpuan adalah bukti bahwa perjuangan itu tidak sia-sia. Ini adalah panggung yang menegaskan bahwa perempuan tidak hanya bisa tampil, tetapi juga bisa menjadi pusat energi dan inspirasi,” ungkapnya.
Selain musisi utama, Jazzpuan menghadirkan bintang tamu lintas generasi seperti The Jakarta Happy Voice, Yenny Wahid, Aldi Taher, Melly Zamri, dan Pretty Sister. Kehadiran mereka memperkaya nuansa pertunjukan, menjadikan Jazzpuan sebagai ruang kolaborasi yang inklusif.
Venue Deheng House, yang baru diresmikan pada 2025, telah menjadi tuan rumah bagi musisi legendaris. Dengan kapasitas 350 penonton, tempat ini menawarkan pengalaman konser yang intim namun megah.
Jazzpuan juga mendapat dukungan dari PAPPRI, organisasi musisi yang tahun ini merayakan ulang tahunnya ke-40. Dukungan ini menegaskan komitmen PAPPRI dalam mendorong kreativitas musisi perempuan.
Dengan tema “Strong Feminine Unstoppable”, Jazzpuan diharapkan menjadi inspirasi generasi muda untuk berkarya tanpa batas. Konser ini bukan hanya hiburan, melainkan gerakan budaya yang menegaskan pentingnya keberanian, solidaritas, dan kebebasan berekspresi bagi perempuan.
