Home / Entertainment / Music / Wongalas Angkat Kritik Sosial Lewat Album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat

Wongalas Angkat Kritik Sosial Lewat Album Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat

Grup band rock, Wongalas. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Kota Jakarta malam itu terasa berbeda. Di Dungeon Lounge, sorak-sorai penonton bercampur dengan dentuman musik rock yang menggelegar. Wongalas, band yang terdiri dari empat musisi berpengalaman, resmi meluncurkan album perdana mereka bertajuk “Dari Rakjat Oleh Rakjat Oentoek Rakjat”.

Album ini lahir dari keresahan sekaligus harapan masyarakat yang sering kali tidak tersampaikan. Yudith, vokalis Wongalas, menyampaikan dengan penuh emosi bahwa musik bagi Wongalas bukan sekadar hiburan, melainkan wadah untuk berbicara mewakili suara yang selama ini sering tidak didengar.

“Album ini milik siapa saja yang merasa berjuang, berbagi, dan saling menguatkan,” tuturnya.

Wongalas beranggotakan Yudith (Jacket Band), Opick (Bayou), Atenk (Voodoo), dan Firdy (Power Slaves). Latar belakang mereka yang beragam justru menjadi kekuatan, menghadirkan energi rock yang orisinal dengan lirik tajam.

Album ini berisi 13 lagu yang merekam kisah perjuangan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan.

Peluncuran album ini juga mendapat dukungan dari pengusaha muda R. Heri Santoso, pendiri GARDAINDO, yang bertindak sebagai eksekutif produser.

“Saya percaya musik bisa menjadi medium perubahan. Wongalas membawa semangat itu, dan saya ingin mendukung penuh agar pesan mereka sampai ke masyarakat luas,” ucap Heri Santoso.

Album ini mengusung tema kritik sosial, youth movement, cinta tanah air dan alam, serta cinta antar manusia. Proses kreatifnya dimulai sejak 2018 di Puncak Bogor, ketika Yudith dan Opick menulis ratusan lagu. Dari 400 lagu, akhirnya dipilih 13 yang paling kuat.

Judul-judul seperti “Pasal 33”, “Seniman Gila”, dan “Mentari di NKRI” menunjukkan keberanian Wongalas menyuarakan keresahan sosial. Sementara lagu seperti “Telat Puber” dan “Biarkan Orang Bicara” menghadirkan sisi jenaka yang tetap relevan.

Peluncuran album ini bukan hanya perayaan musik, tetapi juga perayaan kebersamaan. Wongalas mengajak publik untuk merayakan perjalanan mereka bersama-sama. []

Tagged: