MYLIFESTYLE – Grup rock asal Amerika Serikat, Pearl Jam, ternyata masih mencari drummer permanen untuk menggantikan Matt Cameron yang meninggalkan band tersebut setelah 27 tahun bersama. Meski sempat tampil dengan drummer pengganti, band yang digawangi Eddie Vedder itu belum menetapkan personel baru untuk mengisi posisi di belakang drum.
Kabar tersebut disampaikan bassist Pearl Jam, Jeff Ament, dalam wawancara dengan Under the Radar. Ia mengungkapkan, bandnya masih ingin kembali menggelar sejumlah konser pada tahun depan, sehingga kebutuhan mendapatkan drummer baru menjadi salah satu hal yang perlu segera diselesaikan.
Sebelumnya, Pearl Jam sempat tampil bersama Abe Laboriel Jr., drummer yang juga dikenal sebagai pengiring musisi legendaris Sir Paul McCartney, dalam acara Ohana Fest milik Eddie Vedder. Namun, kehadiran Abe belum berarti Pearl Jam telah menemukan pengganti permanen Matt Cameron.
“Kami tidak sedang terburu-buru, tetapi ingin menggelar beberapa pertunjukan tahun depan,” kata Jeff Ament.
Musisi berusia 63 tahun itu mengaku masih memiliki kondisi fisik yang cukup baik untuk terus tampil di atas panggung. Namun, ia merasa Pearl Jam perlu memanfaatkan waktu yang ada untuk kembali bermain secara langsung selagi para personelnya masih memiliki stamina.
“Saya berusia 63 tahun, tetapi kondisi fisik saya cukup bugar. Saya pikir masih bisa bertingkah seperti anak muda yang sedikit nekat di atas panggung untuk beberapa tahun lagi. Namun, saya merasa ada sedikit urgensi untuk kembali tampil, selagi kondisi fisik kami masih cukup muda,” ujarnya.
Dalam wawancara tersebut, Jeff Ament juga menyinggung keputusan Matt Cameron meninggalkan Pearl Jam. Menurutnya, kepergian mendiang Chris Cornell pada 2017 akibat bunuh diri memberikan pukulan emosional yang sangat berat bagi banyak orang, terutama Matt.
Matt dan Chris diketahui pernah menjadi rekan satu band di Soundgarden. Jeff menilai, peristiwa tersebut turut memengaruhi perjalanan Matt sebagai musisi, termasuk keinginannya untuk mengurangi aktivitas bermusik.
“Saya pikir ketika Chris Cornell meninggal, itu menjadi pukulan yang sangat besar bagi kami semua, terutama Matt. Saya tahu ada masa ketika dia bahkan tidak yakin masih ingin bermain musik. Sejak saat itu, dia sudah beberapa kali membicarakan keinginannya untuk mengurangi aktivitas dan melakukan hal-hal lain,” tutur Jeff.
Jeff juga mengungkapkan bahwa Matt masih memiliki sejumlah keinginan musikal yang ingin diwujudkan di luar Pearl Jam. Meski mengaku sedih dengan keputusan tersebut, ia tetap menghormati pilihan mantan rekannya itu.
“Itu benar-benar momen yang sangat menyedihkan. Kami sudah bertahun-tahun bepergian ke berbagai negara dan membuat musik bersama. Namun, saya turut senang untuknya,” kata Jeff.
Sementara itu, Matt Cameron sebelumnya secara terbuka menjelaskan alasan keputusannya meninggalkan Pearl Jam. Dalam wawancara dengan Billboard, drummer berusia 63 tahun tersebut mengaku mulai merasa kelelahan dengan jadwal tur yang padat dan pertunjukan Pearl Jam yang bisa berlangsung hingga tiga jam.
Matt menilai, menjalani konser dengan durasi panjang secara terus-menerus membutuhkan energi dan kemampuan tersendiri. Namun, pada tahap kehidupannya sekarang, ia ingin kembali menikmati format pertunjukan yang lebih singkat dan intens.
“Saya mulai mengalami beberapa kendala dengan pertunjukan Pearl Jam yang berlangsung selama tiga jam dan tur yang terus-menerus. Kemampuan untuk menjalani pertunjukan seperti itu sebenarnya merupakan sebuah seni tersendiri. Namun, sekarang saya berada pada tahap ketika ingin tampil dengan pertunjukan selama 70 menit yang benar-benar menggelegar. Itulah yang sedang saya fokuskan saat ini,” ungkap Matt.
Matt juga menegaskan bahwa keputusannya keluar dari Pearl Jam berlangsung secara baik-baik. Ia mengaku telah menyampaikan pemberitahuan jauh sebelum benar-benar meninggalkan band tersebut.
“Saya sudah memberikan pemberitahuan jauh-jauh hari. Saya juga sempat berbicara dengan Jeff Ament dan Stone Gossard. Semuanya berjalan baik. Mudah-mudahan suatu saat nanti kami bisa berkumpul lagi dan minum bir bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, Matt mengatakan keputusannya merupakan bagian dari keinginannya mengatur ulang waktu dan energi untuk mengejar arah kreatif yang lebih sesuai dengan keinginannya saat ini.
“Saya berada pada tahap kehidupan ketika ingin mengarahkan kembali waktu dan energi saya berdasarkan hal-hal yang ingin saya kejar sebagai seorang seniman saat ini,” katanya.
Kepergian Matt Cameron menandai berakhirnya perjalanan panjangnya bersama Pearl Jam sejak bergabung pada 1998. Kini, band tersebut menghadapi tantangan untuk menemukan drummer yang tepat agar dapat kembali menjalani aktivitas panggung, termasuk rencana menggelar konser pada 2027. ***




