Aidea Weeks 2025 Bahas Peran AI dalam Karier, Seni, dan Bisnis
Jakarta – Kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi bagian dari keseharian kita. Ia hadir dalam bentuk chatbot yang merekomendasikan resep, playlist musik yang memahami suasana hati, hingga fitur-fitur produktivitas yang membantu pekerjaan.
Meski sudah berada di genggaman, AI masih dianggap eksklusif oleh sebagian orang, seolah hanya bisa diakses oleh mereka yang menguasai teknologi.
Laporan “Unlocking Indonesia’s AI Potential 2025” dari AWS dan Strand Partners mencatat bahwa 28 persen bisnis di Indonesia telah mengadopsi AI. Namun, sebagian besar pemanfaatannya masih terbatas pada tugas-tugas dasar.
Hanya 10 persen pelaku usaha yang menggunakan AI untuk inovasi dan efisiensi menyeluruh, menunjukkan adanya kesenjangan dalam pemanfaatan teknologi ini.
Menjawab tantangan tersebut, Aidea Weeks 2025 (AiW) hadir sebagai forum diskusi publik yang membahas dampak AI lintas sektor. Diselenggarakan pada 7, 14, dan 21 November di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, AiW mengajak publik untuk meninjau ulang posisi manusia di tengah teknologi yang semakin meresap ke dalam kehidupan.
Forum ini mengusung tema besar “Embracing The New Age of AI” dan menghadirkan sembilan sesi diskusi dalam format Live Podcast. Setiap pekan mengangkat topik berbeda: karier dan produktivitas, seni dan budaya, serta bisnis dan industri. AiW dirancang sebagai ruang santai untuk bertukar pikiran dan membangun jejaring.
Para narasumber berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi industri kreatif, akademisi, seniman, hingga pelaku bisnis teknologi. Mereka diharapkan membawa perspektif segar dan aplikatif yang jarang dibahas dalam forum-forum AI sebelumnya, baik di Indonesia maupun secara global.
Tiket AiW 2025 dijual seharga Rp 149 ribu per pekan untuk sesi offline, tersedia hingga 21 November 2025. Dengan pendekatan yang inklusif dan lintas sektor, AiW menjadi ajakan untuk tidak hanya memahami AI, tetapi juga menggunakannya sebagai alat pemberdayaan di era baru yang sudah hadir di depan mata. []
Comments are closed.