Crowd Surfing Seru Warnai Aksi Papa Acid di Panggung Art Jack Vol. 2
Jakarta – Grup band rock, Papa Acid kembali hadir di Art Jack Vol. 2, Jumat malam, 11 September 2026, di Onkel Johns, Tebet. Bagi band asal Jember ini, pertemuan dengan Art Jack Musik bukan sekadar panggung biasa.
Setelah sebelumnya tampil di Access Coffee, Depok, kali ini mereka kembali dipercaya untuk meramaikan acara bertajuk Syaka-Laka Doom Doom.
Papa Acid tampil dengan formasi baru. Sejak Juli 2026, mereka melakukan regenerasi personel. Tiga anggota lama, Gaskar, Jeremi, dan Ari, tetap bertahan. Mereka kini ditemani Cielegato, Julius, dan Adit. Namun malam itu, Jeremi tidak dapat hadir sehingga posisi bass digantikan oleh Tosa dari band Kendrock.
“Kami ingin tetap menjaga energi meski dengan formasi baru. Justru regenerasi ini membuat Papa Acid semakin segar,” ujar Gaskar.
Papa Acid terbentuk pada Mei 2021 di Jember. Mereka memainkan musik rock dengan sentuhan progresif dan teatrikal. Lagu-lagu mereka tidak hanya berbicara tentang cinta, tetapi juga isu sosial dan kehidupan modern.
Album pertama mereka, “Nice Boys Who Play Rock N’ Roll”, berisi sembilan lagu. “Weeducation” menjadi salah satu lagu yang paling banyak didengarkan di Spotify. Album ini juga telah dibawa dalam tur ke berbagai kota besar di Indonesia.
Pertemuan Papa Acid dengan Art Jack Musik menjadi cerita tersendiri. Band yang pernah tampil sekali kemudian dipanggil lagi. Penonton lama bertemu kembali, penonton baru ikut masuk, lingkaran semakin besar.
“Art Jack selalu jadi ruang yang menyenangkan. Kami bisa bertemu penonton lama sekaligus orang baru. Energinya selalu berbeda,” kata Ari.
Syaka-Laka Doom Doom menjadi pertemuan kedua Papa Acid dengan Art Jack Musik. Bedanya, kali ini mereka tampil dengan formasi baru, memainkan venue yang sudah mereka kenal, dan kembali berhadapan dengan penonton dalam jarak yang hampir tanpa sekat. []