Jakarta – Menjelang bulan Desember, atmosfer ibu kota mulai berdenyut lebih cepat bagi para pencinta musik elektronik. Ismaya Live kembali mencuri perhatian publik domestik maupun internasional dengan mengumumkan jajaran penampil tahap kedua (second phase lineup) untuk perhelatan akbar Djakarta Warehouse Project (DWP26).
Festival yang menjadi agenda wajib tahunan para rave-goers ini dipastikan akan kembali mengambil tempat di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 11, 12, dan 13 Desember 2026. Didukung oleh Curious X, edisi tahun ini menjanjikan pengalaman visual dan auditori yang jauh lebih imersif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bagi para penikmat musik yang selalu menantikan kejutan di setiap fase pengumuman, Ismaya Live tidak mengecewakan. Pengumuman fase kedua ini menghadirkan perpaduan antara produser papan atas dunia dan talenta segar yang tengah mendominasi tangga lagu global.
Sorotan utama tentu saja tertuju pada penampilan spektakuler back-to-back (B2B) yang mempertemukan duo produser asal Ukraina, ARTBAT, dengan maestro musik komersial asal Belanda, R3HAB.
Perpaduan dua karakter musik yang kontras ini dipastikan menjadi momen paling dinanti di lantai dansa.
Tidak kalah memukau, kehadiran duo melodic techno Agents of Time asal Italia siap membawa penonton masuk ke dalam dimensi suara yang hipnotis dan penuh emosi.
Sementara itu, proyek kolaborasi lintas genre HALŌ yang menyatukan kekuatan kreatif dari tiga raksasa progressive house dunia, yaitu Third Party, DubVision, dan Matisse & Sadko akan memberikan pengalaman sonik yang kolosal dalam satu panggung tunggal.
Warna musikal festival juga semakin kaya dengan masuknya Ely Oaks yang membawa pengaruh musik dansa kontemporer, serta Ian Asher yang terkenal lewat sentuhan remix viral lagu “Makeba”.
Kehadiran mereka melengkapi barisan penampil internasional yang sebelumnya telah diisi oleh nama-nama besar seperti Afrojack, Alok, Axwell B2B Sebastian Ingrosso, Billy Gillies, Cosmic Gate, Dimension, Dimitri Vegas, Eli & Fur, Lilly Palmer, Maddix, MaRLo, dan Tye Turner.
Kekuatan utama DWP selama bertahun-tahun bukan hanya terletak pada kedatangan artis internasional, melainkan bagaimana festival ini merangkul dan memberi panggung yang layak bagi musisi lokal Indonesia.
Pada fase kedua ini, nama-nama besar dari kancah musik dansa tanah air turut diumumkan untuk memeriahkan acara. Sebut saja Whisnu Santika, kolaborasi energik Adnan Veron x HBRP, perintis lantai dansa Angger Dimas, serta W.W, Josiah, dan Gil Glaze.
Kehadiran mereka menegaskan bahwa industri musik elektronik Indonesia memiliki standar kualitas yang diakui secara luas.
Selain itu, SYBER juga dipastikan hadir mengambil peran krusial sebagai stage host resmi untuk memandu jalannya salah satu panggung utama sepanjang tiga hari penyelenggaraan festival.
Jauh sebelum menjadi raksasa festival seperti sekarang, DWP mengawali langkah pertamanya pada tahun 2008 dengan format yang sangat sederhana sebagai acara klub malam di kawasan eksklusif Blowfish, Jakarta, di bawah nama awal Blowfish Warehouse Project.
“Dibangun berdasarkan salah satu nilai terpenting Indonesia, yaitu keberagaman, festival ini terus menyediakan wadah bagi berbagai sub-genre musik dansa elektronik, termasuk panggung utama ikoniknya yang berbentuk burung, Garuda Land, yang terinspirasi dari lambang nasional Indonesia, Garuda Pancasila,” catat pihak penyelenggara mengenai filosofi dasar festival tersebut.
Simbol kebanggaan bangsa, Garuda Land, tetap mempertahankan posisinya sebagai panggung utama yang paling ikonik. Dengan arsitektur megah berbentuk burung garuda yang terinspirasi dari Garuda Pancasila, panggung ini telah menjadi saksi sejarah kehadiran para legenda musik dunia, mulai dari Tiësto, Skrillex, Calvin Harris, David Guerta, hingga Armin van Buuren di hadapan ratusan ribu penonton.
Di balik kesuksesan konsisten DWP setiap tahunnya terdapat dedikasi penuh dari Ismaya Live, divisi penyelenggara acara dari Ismaya Group. Berdiri sejak tahun 2011, Ismaya Live telah lama dikenal sebagai pionir dalam industri hiburan dan gaya hidup di Indonesia.
Dengan rekam jejak portofolio yang mengesankan—termasuk festival-festival besar seperti We The Fest, Jakarta Culinary Feastival, dan Sunny Side Up Tropical Festival—Ismaya Live telah berhasil menghadirkan musisi-musisi legendaris dunia sekelas One Direction, Katy Perry, John Legend, The Strokes, dan Dua Lipa ke tanah air, selalu berpegang pada misi utama: menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengamankan tempat dalam perayaan akbar musik dansa penutup tahun ini, tiket resmi DWP26 sudah dapat diperoleh secara langsung. Pembelian tiket hanya dilayani melalui situs resmi DWPFEST.COM, dengan mitra penjualan resmi yang dipercayakan kepada Loket dan Ticketmelon.
Pihak promotor juga mengingatkan kepada seluruh calon penonton untuk memperhatikan ketentuan usia yang berlaku. Acara ini secara ketat diperuntukkan bagi penonton berusia 18 tahun ke atas. Pantau terus informasi terbaru dan bagikan keseruan persiapan Anda dengan menggunakan tanda pagar resmi #DWP26.




